Cari Blog Ini

Selasa, 16 Februari 2021

Sejarah Museum Lampung

Sejarah Museum Lampung

Pembangunan gedung Museum Lappung dimulal tahun 1975. Peletakan batu pertama pembangunan sina dihadiri Kepala Kantor Pembinaan Permuseuman Perwakilan Departemen Pendidikan ghik Kebudayaan Provinsi Lampung Tanjung Karang Drs. Supangat tanggal 13 Juni tahun 1978. Selanjutnya pembangunan Museum Lampung ampai jadi ghik diresmiko Dr. Fuad Hasan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan waktu sina. Peresmian dilaksanako tanggal 24 September 1988. Pokni di Jalan H. Zainal Abidin Pagar Alam No. 64 Gedong Meneng, Bandar Lampung.


Koleksi Museum Negeri Provinsi Lampung

Tigoh ganta Museum Negeri Provinsi Lampung "Ruwa Jurai" ngedok sekitar 5.000 buah koleksi sai dibagi dilom 10 kategori;

1) koleksi geologika (benda-benda bukti sejarah alam ghik lingkungan),

2) biologika (benda-benda sai berkaitan jama alam ghik lingkungan),

3) etnografika (benda-benda hasil karya manusia),

4) arkeologika (benda-benda peninggalan masa pra sejarah),

5) historika (benda-benda sai ngedok nilai ghik perjuangan bukti sejarah),

6) numismatika/heraldika, (benda-benda peninggalan benda pos ghik mata uang)

7) filologika, (benda peninggalan berbentuk tulisan)

8) keramologi, (benda-benda keramik)

9) seni rupa, ( benda bertuk gambar ghik lukisan)

10) teknologika ( benda teknologi terapan


Rincian benda-benda sina iyulah:

1) bola besi yang pernah digunakan untuk membuka lahan transmigrasi di wilayah Lampung Timur, Raman Utara, Purbolinggo, Seputih Banyak dan Seputih Raman pada tahun 1953-1956. Bola besi berukuran besar ini dioperasikan dengan cara ditarik menggunakan dua buah traktor untuk menumbangkan pohon dan sekaligus meratakan tanah;

2) berbagal macam kain tradisional yang salah satunya adalah kain tapis;

3) buah benda karya seni (keramik) dari negeri Siam dan China pada masa Dinasti Ming;

4) mata uang yang pernah digunakan pada masa penjajahan Belanda;

5) senjata tradisional seperti keris tipe Sumatera, tombak, samurai

6) beberapa buah topeng sekura dan tupping;

7) miniatur nuwo balak (rumah adat Pepadun);

8) kamar pengantin adat Saibatin dan Pepadun;

9) fosil manusia purba (homo erektus dan homo sapiens);

10) perkakas manusia purba (kapak penetak, kapak perimbas, Serpih bilah, beliung perseg, belincung, kapak lonjong, menhir, arca menhir, nekara)

11) peralatan tenun

12) naskah kuno Lampung yang ditulis dalam media kulit kayu, bambu, tanduk, dan daun lontar; 

13) fauna langka yang telah diawetkan (harimau sumatera, beruang madu, gajah, macan tutul, trenggiling) dan

14) lamban pesagi (rumah) berumur 150 tahun yang ditempatkan di bagian depan bangunan utama museum. Lamban pesagi ini dilengkapi pula dengan sebuah lumbung padi, perahu lesung dan alat penumbuk kopi.


Guwai ngejaga seluruh koleksi museum nyin mak lebon atau cadang ghik ngerawat bangunan seluas 4.713 m2 sai terdiri anjak ruang pameran tetap, ruang pameran temporer, ruang perpustakaan, ruang penyimpanan koleksi, ruang administrasi, auditorium, ruang audio visual, ruang bengkel preparasi, laboratorium, ruang fumigasi, mushola dan toilet, maka pihak museum mempekerjakan 50 jelma pegawai, sai terdiri anjak: 166 jelma tenaga fungsional, 33 jelma bagian administrasi, ghik satu jelma bagian keamanan.


Di bah sinji di kelompoko 10 jenis koleksi benda-benda museum Lampung. Koleksi-koleksi sina dapok niku liyak di san.

1. Koleksi Geologika

Koleksi geologika peninggalan anjak benda-benda bukti sejarah jagat ghik lingkungan.

Contoh: batuan

2. Koleksi Biologika

Koleksi biologika iyulah peninggalan dilom bentok fosil-fosil sai wat hubunganni jama lingkungan ghik ilmu biologi.

Contoh: Lemawong sumatra

3. Koleksi Arkeologika

Koleksi arkeologika iyulah peninggalan benda-benda masa prasejarah, zaman Hindu-Budha ghik kughukni agama Islam di Lampung.

Contoh: benda-benda penemuan gegoh bejana, perunggu, belanga, prasati, dll.

4. Koleksi Historika

Koleksi historika iyulah peninggalan benda-benda sai ngedok nilai sejarah ghik hal-hal sai wat hubunganni jama perjuangan tokoh, pahlawan sai wat di Lampung.

Contoh: Meriem Radin Intan II, besi quwai ngebuka huma, payan ghik pedang Pahlawan Radin Intan II.

5. Koleksi Etnografika

Koleksi etnografika iyulah peninggalan benda-benda sai digunako jelma Lampung di lom kehughikan seghani-seghani.

Contoh: Pakaian adat Pepadun jama Saibatin jama perlengkapanni, alat-alat daur hidup, ghik lamban adat.

6. Koleksi Filologika

Koleksi filologika iyulah peninggalandilom bentuk kumpulan tulisan atau naskah kuno sai ditulis culuk di bawak kayu, bambu, ghik bulung lontar. Tulisan sina wat sai digunako untuk pengobatan, ramalan, perjodohan, penghasilan ghik tolak balak.

Contoh: naskah kuno, mantra, dll

7. Koleksi Seni Rupa

Koleksi seni rupa iyulah peninggalan sai bebentuk benda sai ngedok kekuatan seni. Benda-benda sina disanik jama nilai karsa ghik rasa jelma sai diungkapko langsung nyata dilom bentuk ghua atau telu dimensi.

Contoh: lukisan gedung lelang karya Bapak Abas Alibasya, ghik lukisan Iwa Tulang Bawang karya Bapak Edy Suherly

8. Koleksi Teknologika

Koleksi teknologik iyulah peninggalan berupa perkakas sai disanik ngegunako teknologi tradisional, umumni berupa perkakas guwai nyepok kebutuhan hughik.

Contoh: Alat tenun.

9. Koleksi Numismatika/Heraldika

Koleksi numismatika/heraldika iyulah peninggalan benda-benda pos, ghik macom-macom duit, sai disanik anjak kertas ghik logam.

10. Keramologika

Koleksi keramologika iyulah penin9galan benda-benda sai disanik anjak keramik, ghik benda sal disanik anjak tanah liat.


Senin, 15 Februari 2021

Kerajinan Limbah Kain Perca / Materi Prakarya Kelas 7 SMP

Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh. 

Bertemu lagi kita dalam pembelajaran prakrya kelas 7 semester genap bersam Ibu Ami.

Sebelum memulai aktivitas belajar, kita berdoa terlebih dahulu ya nak.

Tak lupa ibu mengingatkan kembali, jaga kesehatan anak-anak sekalian di masa pandemic seperti sekarang ini.

Kita mulai materi prakarya hari ini, 


C. Kerajinan Limbah Kain Perca

Kebutuhan sandang manusia yang berupa pakaian merupakan kebutuhan primer sehari-hari yang harus dipenuhi. Produksi pakaian yang dilakukan oleh para penjahit atau konveksi sebagai perusahaan pakaian jadi menghasilkan banyak limbah kain yang biasa disebut kain perca. Kain perca yag dihasilkan banyak jenis bahan dan bervariasi corak dan warnanya, ada batik kotak-kotak, bunga dan sebagainya. Terkadang limbah ini bisa dijadikan lap pel atau lap angan dengan cara dijahit. Semakin banyak orang menekuni limbah kain perca sebagai bahan dasar kerajinan, telah terbukti bahwa limbah jenis ini dapat memberi peluang usaha bagi setlap orang.

Limbah kain perca dapat dibuat sebagai bahan dasar kerajinan yang cukup unik dan menarik. Bahkan busana itu sendiri dapat dihasilkan dari kain-kain perca yang dijahit bersambung-sambungan. Bagi sebagian orang ada juga yang berminat pada busana jenis ini karena unik. Sekarang sudah semakin banyak orang melirik produk kerajinan berbahan kain perca, karena selain murah juga desainnya selalu berkembang dari waktu ke waktu.

Pengolahan limbah kain perca dapat dilakukan secara khusus dan sederhana, yaitu:

1 Pisahkan kain perca sesuai warna dan coraknya.

2. Cuci kain perca dengan detergen dengan memisahkan antara kain yang bercorak warna kuat dan bercorak warna netral, hal ini untuk menghindari adanya percampuran warna atau luntur

3. Pengeringan kain perca dilakukan dengan bantuan sinar matahari langsung

4 Pembuatan pola-pola disesualkan dengan desain yang dibuat. 


Kain perca tidak perlu diberi pewarnaan lagi, karena sudah nampak corak dan warnanya. Sebagai perancang produk, perlu mengetahui paduan warna-warna agar produk kerajinan yang dibuat dapat terlihat artistik.

1) Bahan Pembuatan Kerajinan Limbah Kain Perca

Bahan yang digunakan untuk membuat produk kerajinan diantaranya kain perca, lem, dan benang. 


2) Alat Pembuatan Kerajinan Limbah Kain Perca

Alat pembuatan kerajinan limbah kain perca yang digunakan adalah mesin jahit, gunting, meteran, lem tembak, dan alat pendukung lainnya. 


Dalam pembuatan kerajinan dari limbah kain perca dapat dilakukan dengan beberapa teknik yaitu dengan ditempel saja, dijahit dengan tangan, dianyam, dan dijahit dengan mesin. Selain bahan dasar kain perca, ada pula yang memanfaatkan kancing, manik-manik, aluminium, atau tali temali untuk memberi aksen pada produk kerajinan yang dibuat agar nampak lebih menarik. 

3) Produk Kerajinan Limbah Kain Perca

Produk kerajinan limbah kain perca sudah banyak dibuat orang, dan masih disukai oleh setiap kalangan. Bentuk dan paduan warnanya yang menarik membuat kerajinan limbah kain perca ini menjadi incaran pada konsumen dalam setiap event pameran.

 


3) Proses Pembuatan Kerajinan Limbah Kain Perca



Untuk materi lebih lengkap silakan buka 
BUKU PAKET PRAKARYA HAL 40-48. Kemudian kerjakan tugas pada moodle.